Pemimpi Yang Realistis
Saya baru saja membaca artikel yang sangat menarik tentang realistic optimist yang ditulis oleh Heidi Grant Halvorson, Ph.D–seorang motivational psychologist. Inti tulisan itu singkat saja, yaitu percaya bahwa kita akan sukses saja tidak cukup untuk menjadi benar-benar sukses. Kita juga harus percaya bahwa untuk meraihnya kita perlu kerja keras.
Banyak orang bilang bahwa optimisme dapat mendatangkan sukses. Dulu saya juga sering menemukan buku-buku motivasi yang menekankan pentingnya visualisasi dan berpikir positif tentang kesuksesan. Misalnya, seorang atlet olah raga yang sering melakukan latihan visualisasi dan berpikir positif di samping melakukan latihan fisik, ternyata mampu berprestasi lebih baik dibandingkan rekan-rekannya. Dalam pelatihan-pelatihan motivasi pun, kita sering diminta untuk membayangkan mimpi kita atau gambaran diri kita yang sukses di masa depan kemudian berpikir positif bahwa kita akan mampu mencapainya.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan itu. Semakin jelas visualisasi yang kita buat maka semakin jelas pula apa yang benar-benar kita inginkan dan itu bagus, apalagi kalau kita percaya bahwa kita bisa mencapainya. Sayangnya, sering kita cuma berhenti di situ saja dan lupa untuk menyusun rencana yang detail untuk menuju ke sana. Sesi training pun biasanya berakhir saat kita sudah punya gambaran jelas tentang mimpi kita dan bisa menceritakannya pada peserta training lainnya, padahal kita belum betul- betul memikirkan cara bagaimana mencapainya. Saat kembali ke rumah masing-masing, hilanglah semua angan-angan itu.
Kita sering lupa bahwa untuk meraih mimpi tersebut kita perlu effort yang banyak. Kita harus percaya bahwa kita bisa meraih sukses dan pada saat yang sama, kita juga harus percaya bahwa untuk meraihnya, kita perlu usaha, perencanaan yang matang, persistensi, dan strategi yang tepat.
Seperti kata Heidi, “to be successful, you need to understand the vital difference between believing you will succeed, and believing you will succeed easily”. Yang terbaik adalah orang yang percaya bahwa mereka akan sukses dan sama percayanya bahwa sukses itu tidak akan datang dengan mudah. Sebab, dengan begitu dia akan berusaha lebih keras, membuat perencanaan lebih baik, dan mampu bertahan lebih lama saat menghadapi situasi buruk. Berbeda halnya dengan orang yang percaya bahwa dunia akan membantunya menjadi sukses hanya dengan berpikir optimis.
Seperti atlet yang disebut di atas, prestasinya bisa diraih bukan hanya karena latihan visualisasinya, melainkan juga latihan fisiknya–yang jauh lebih keras dari teman-temannya karena lewat visualisasi tersebut dia tahu bahwa effort yang harus dia keluarkan untuk menoreh prestasi harus lebih besar dari teman-temannya :)




So..
Success = Hard Work + Positive Thinking?
Yup, we need both to get success :)
Menarik
Ada 1 yang juga penting, yaitu doa… :D
Tepat sekali. Terima kasih sudah melengkapi :)